Warteg

Warung Tegal Bu Lilik - Rendy Hendrawan

Waktu makan malam tiba. Menyusuri Kampung Keputran yang luas membuat saya dan Nafis menjadi lapar berat! Akhirnya kami memutuskan untuk mampir di Warteg Bu Lilik yang tersohor itu. Warung ini terletak di  pintu masuk Keputran gang 5 -yang termasuk paling sedikit penduduknya, karena setengah bagiannya ditutup oleh lahan sengketa.

Entah mengapa kami memutuskan untuk pesan nasi rawon disana. Barangkali agar terasa seperti turis yang pertama kali pelesir ke Kota Surabaya dan belum pernah makan rawon. Hehehe.

Di samping Warteg terdapat warung unik bernama “Pinggir Pantai” dan tidak menjual minuman selain es degan! Teman kami, Faisal Rizaldy mengatakan bahwa es degan paling enak itu bisa di dapat pada warung yang hanya menjual es degan saja, tidak yang lain. Karena penjual berdedikasi seperti itu pasti ahli. Tahu mana buah kelapa yang enak dan yang tidak.

Saat kami sruput, memang ternyata es degan “Pinggir Pantai” sangatlah juara! Membawa kami berfantasi sedang di pinggir pantai Gili Trawangan atau Miami. Angin sepoi-sepoi. Padahal itu adalah angin dari mobil dan kendaraan yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo.

Rawon Bu Lilik sendiri juga enak. Daging empal gorengnya terasa crunchy dan tidak alot. Bumbu kluweknya begitu mendominasi. Ditambah dengan taste sambal bajak terasi sebagai pelengkap. Sambal berwarna hitam legam ini menjadi bumbu yang sangat nendang! Rasakan sendiri saat susur Keputran!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: