Leluhur

TiR 2013 - Leluhur

Di tengah bisingnya jalur protokol jalan Tunjungan, ada kesenyapan dan kedamaian yang sangat di Kampung Ketandan. Relativitas waktu begitu terasa di sini. Di luar kehidupan berjalan begitu cepat, sedangkan di Ketandan, waktu seakan melambat. Memberikan ruang pada rasa guyub dan tepo seliro.

Di tengah Kampung Ketandan, tepat di pusat jantung Surabaya, ada satu pohon beringin yang berusia entah berapa puluh tahun. Di bawahnya terdapat satu komplek makam Mbah Buyut Tondo. Saya menanyai anak-anak kecil yang bersliweran tentang siapa Mbah Buyut Tondo, mereka hanya bisa menjawab,”Enggak tahu, Mas…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: