Suro-boyo

Herajeng Gustiayu menuliskan sebuah catatan mengenai patung Suro dan boyo -lambang kota Surabaya- di majalah online Travelist. Tampaknya selama residensi Ajeng memiliki perhatian mendalam pada landmark Surabaya yang berupa ikan dan krokodil ini. Tulisan Ajeng menitikberatkan pada hubungan antara folklore sebuah kota dan identitas penduduknya. Ajeng mengemukakan tiga cerita rakyat yang berhubungan dengan lambang kota ini.

Pada akhir artikel, Ajeng menulis;

Mengkaitkan asal-usul nama Surabaya dengan karakter asli penduduk Surabaya (Jawa Timuran) yang relatif lebih keras, percaya diri, dan berani dibandingkan dengan penduduk Jawa lainnya nampaknya juga pas. Apalagi jika dikaitkan dengan karakter bonek yang terkenal beringas itu, di otak saya terbayang kembal pertempuran Suro dan Boyo membela kepercayaan masing-masing hingga titik darah penghabisan. Mungkin karena itu juga lah, simbol Suro dan Boyo diambil dengan bangga sebagai lambang Kota Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: