Kejutan Kembang Kuning

19 desember 2011

bangun jam 7 pagi dengan badan yang masih kurang fit, saya ke pasar gubeng beli brokoli, lettuce, timun jepang, dan telur, yah saya akan membuat makan siang brokoli keju dan pasta! janjian sama ayos dan ajeng ke makam kembang kuning siang ini dalam rangka program surabaya illustrated travel, kami janji kumpul di c2o pukul 11.30. saya sarapan teh manis dan roti tawar dengan susu kental carnation rasa keju yang jadi favorit saya bulan ini! lanjut nulis diary sambil merebus brokoli dan makaroni, lalu mandi dan cabut ke c2o! nyampe c2o jam 12, tapi ayos dan ajeng belum datang.

sambil menunggu mereka datang, saya menyiapkan makan siang : brokoli keju dan pasta krokot! yaw krokot tumbuh subur di halaman c2o, tinggal petik dan dicuci, siap disajikan bersama makaroni dan saus pasta instant! haha saya pun masih gak percaya kalo krokot itu enak dan sehat! ajeng dan ayos datang jam 1, kat juga datang membawa roti green tea, saya langsung sajikan makan siang! menu siang ini : brokoli keju, pasta krokot, dan roti green tea! ayos dengan terpaksa mencipipi heheh doi gak sukak sama masakan2 saya yang katanya aneh! ajeng terlihat menyukai masakan saya (semoga), andriew bergabung dengan kami, dan pastinya ikut makan, meskipun dia merengek minta makan siang sayur asem.

setelah cukup kenyang, saya, ajeng, dan ayos memulai tur makam kembang kuning! kami berjalan kaki melewati jalan khairil anwar dengan deretan para penjual bunga untuk nyekar, kemudian memasuki komplek makam kembang kuning. makam kembang kuning ada sejak zaman kolonial belanda, makam ini diperuntukkan untuk warga negara belanda (termasuk eropa), masih difungsikan sampai sekarang yang kemudian berkembang menjadi makam pemeluk agama kristen/katolik.

komplek makam kembang kuning adalah makam cukup rapih dan menyatu dengan jalan kembang kuning yang membelah komplek makam ini menjadi 2 bagian, makam dan jalan hanya dibatasi oleh trotoar, makam terkesan meluber sampai batas trotoar, tapi tetap rapih jadi sangat nyaman dipandang! jalan kembang kuning sepanjang hari cukup padat dilalui oleh kendaraan bermotor, saya pun akan suka kalo setiap hari melewati jalan ini. para pembersih makam yang kebanyakan adalah ibu2, memanggil2 kami menanyakan akan nyekar dimana, kami hanya menggelengkan kepala.

kami menuju makam g.j. dykerman, walikota surabaya tahun 1920-1929, beliau adalah walikota ke-2 surabaya, makam berada di pusat komplek makam kembang kuning, berupa monumen setinggi 2 meter dengan patung malaikat diatas monumen. kami lanjut berjalan ke arah ereveld, ayos sebelumnya cerita bahwa ada ereveld di makam kembang kuning. wow saya baru tahu ada pemakaman tentara belanda disini, dan selalu syahdu melihat deretan salib bercat putih dengan tulisan nama, tanggal lahir, dan tanggal wafat. kami hanya melihat dari luar pagar, untuk masuk ke ereveld harus dengan ijin dari konsulat belanda. jadi pemerintah belanda menyewa tanah dan pegawai untuk komplek pemakaman tersebut.

kami memilih secara random jalan setapak masuk ke makam, saya ingin menunjukkan ke ayos dan ajeng makam ordo santa ursula, dan dengan mudah kami menemukan makam tersebut, makam ini adalah kumpulan makam para suster dan pastor dari ordo santa ursula sejak kedatangan pertama kali mereka ke jawa sampai sekarang. kami lanjut berkeliling menemukan beberapa makam warga belanda yang makin terhimpit dengan makam2 yang baru. seorang pembersih makam menyapa kami, menanyakan kami mencari blok apa, ayos menjelaskan bahwa mahasiswa ITS yang hanya berkunjung untuk melihat-lihat makam. sang pembersih makam yang bernama taufikrohman–sebenernya saya lupa namanya, ini saya asal menuliskan nama, pembersih makam yang berambut putih dengan ramah memberikan informasi mengenai makam kembang kuning.

info dari taufikrohman, dulu ada gudang belung (tulang) karena banyak makam belanda yang dipindahkan tengkoraknya dan disimpang di gudang belung, api gudang itu roboh dan semua tengkorak yang tersimpang ikut hancur, yah hampir semua makam belanda sudah diambil tengkoraknya dan sekaligus harta benda yang ikut dikuburkan, kami menyaksikan banyak lubang di makam. info selanjutnya adalah komplek makam ini juga dihuni secara illegal oleh lumayan banyak orang yang beberapa diantaranya diduga sebagai buronan polisi, hehhe kami cukup jiper juga karena sejak tadi melewati orang2 yang menumpang hidup di makam. info lainnya adalah kisah2 tahayul di makam ini, sambil mengajak kami untuk memanjat atap makam, beliau menunjukkan posisi makam dengan patung pilot, patung tersebut suka berubah posisi, beliau juga memberitahukan ada makam seorang nyai belanda yang sering dikunjungi orang2 untuk dimintai petunjuk nomor togel. sambil menikmati pemandangan komplek makam yang indah nan janggal dari atap makam—hampir seluruh makam punya atap dari beton, jadi kami tidak takut atap akan roboh. meskipun indah tapi siapa juga yang nyaman tinggal di pemakaman!

selanjutnya kami menuju blok makam lainnya, menuju makam pilot, seorang pembersih makam mengantarkan kami kesana. dan wah makam belanda dengan patung pilot di atas makam adalah komposisi yang cukup aneh, tidak terdapat keterangan siapa yang dimakam, mungkin nisannya hilang dicuri. kami lanjut berjalan dan waw saya menemukan makam istri dari dr. soetomo, tepat disebelah makam pilot. istri dr. soetomo yang bernama everdina soetomo burring, seorang perawat berkewarganegaraan belanda, everdina wafat tanggal 19 februari 1934. saya pernah membaca biografi dr. soetomo, dan dia memang menikahi seorang perawat yang sangat semangat menolong para korban perang, everdina dengan penuh kasih setia menemani dr. soetomo mengobati rakyat kecil di pedalaman indonesia, sempat juga pernikahan mereka menjadi pergunjingan di kalangan nasionalis karena everdina adalah orang belanda sementara dr. soetomo adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan indonesia. saya kagum dengan dr. soetomo karena dia adalah pejuang yang terjun ke pedalaman, menolong rakyat kecil yang tidak bisa menjangkau fasilitas kesehatan di kota besar.

kami terus berjalan menjelajahi makam terluas di asia tenggara, luasnya mencapai 15 hektar, beruntung cuaca siang itu mendung, jadi kami cukup nyaman berlama2 di makam. banyak sekali menemukan makam2 era tahun 70-an dengan arsitektur (dekorasi) yang cukup unik, ada relief sepeda motor dan yesus bangkit dari kubur, instalasi tangga, dan hiasan “merry christmas” ditempel di nisan. akhirnya kami menemukan makam belanda dengan nisan sangat besar menjulang keatas penuh tulisan dengan tipografi bergaya art-deco yang memukau, yah kami nobatkan ini adalah nisan terbaik di komplek makam ini, di nisan tertera tahun 1925 sepertinya seorang pejabat publik hindia belanda dikuburkan disana. kami tergoda untuk lanjut mendaki ke sebuah makam dengan patung kepala dan salib bercat merah. tanah di komplek makam ini berbukit2 jadi suatu pemandangan yang menarik! dengan lincah kami menginjak sekaligus melompat dari makam satu ke makam lainnya rasanya seperti park hour, akhirnya kami sampai di puncak bukit, dan wow lagi2 pemandangan yang memukau! makam dengan patung kepala dan salib merah memiliki nisan dengan huruf mandarin, ayos menebak dia seorang taipan, saya menebak dia seorang aktivis tionghoa. cukup puas kami menikmati atmosfer makam dari puncak bukit, kami lanjut menyusuri makam dan berhenti di suatu titik melihat anak2 bermain di atas atap makam, ayos pun naik ke atap makam dan mendokumentasikan anak2 dengan sukaria melompat2 di atap2 makam, hahha makam pun bisa jadi tempat bermain yang menyenangkan!

sekitar 3 jam kami menikmati makam kembang kuning dan menemukan banyak kejutan, wah ini memang tur yang menarik meskipun kami cukup merasa gatal2 karena banyak nyamuk menghisap darah kami. kami mampir ke kantor pemakaman kembang kuning, melihat peta lokasi makam, lanjut ke warung, ayos dan ajeng membeli es degan lalu kami berjalan pulang ke c2o dengan hati puas. tiba c2o kami minum coklat panas sambil mengobrol mengenai kekaguman kami atas makam kembang kuning, tapi kami belum menyaksikan fenomena makam kembang kuning saat malam hari, banyak waria menjual jasa seks disana, dan praktek dilakukan diatas makam! (tinta)

Advertisements

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: