House of Sampoerna

 

Bus Surabaya Heritage Trip

House of Sampoerna, 6-7 Desember 2011

Bangunan di depan saya ini membuat saya kagum saat pertama kali melihatnya. Begitu memasuki pelataran depan, suasana asri dengan tanaman hijau dan pepohonan rendah langsung menyambut kami. Sekumpulan bangunan lama namun terawat itu memilliki langgam arsitektur bergaya art deco (mudah-mudahan otak arsitek saya masih berfungsi dengan benar) dan sempat berfungsi sebagai rumah. Kini bangunan ini difungsikan sebagai museum yang berisikan dokumentasi sejarah keluarga dan bisnis perusahaan rokok besar Sampoerna, House of Sampoerna. “Keren juga nih museum,” pikir saya.

Saat ini sudah dua kali saya datang ke House of Sampoerna (HoS) dan masih tertarik untuk mengunjungi museum unik ini di lain waktu. Kunjungan pertama bersama Putri hanya berselang sehari sebelumnya, namun saat itu kami hanya melihat-lihat bagian dalam museum dan pameran foto yang sering diadakan di paviliun barat. Uniknya, di dalam museum ini juga terdapat pabrik yang lengkap dengan pekerja-pekerja yang sedang melinting dan mengemas rokok dengan kecepatan yang luar biasa, nyaris seperti mesin. Rupanya, dulu pendiri Sampoerna memiliki konsep untuk mendekatkan rumah dan pabrik di satu tempat, hal ini bertujuan agar mereka dapat dengan mudah mengontrol pabriknya. Hebat ya!

“Put, mereka ini aktor apa beneran pekerjanya sih?” tanya saya tercengang saat menjejakkan kaki di lantai dua museum. Terlihat beberapa pekerja wanita yang sedang melinting rokok dengan cekatan, kami hanya dipisahkan oleh sebuah dinding kaca di sebelah kiri saya. “Kayanya beneran deh, Mbak,” jawab Putri sopan, tapi saya yakin dia heran dengan pertanyaan saya yang agak aneh itu. Beberapa langkah ke depan, saya kembali dikejutkan oleh pemandangan ratusan pekerja yang berada satu lantai bawah kami. Mezanin dengan batas dinding kaca lagi-lagi memisahkan area para pengunjung dan pekerja-pekerja tersebut. Saya meraih kamera saya, tapi sebelum saya sempat menekan tombol, seorang petugas wanita langsung mencegah saya mengambil gambar. Hehe, saya lupa di lantai dua yang sekaligus tempat belanja buah tangan itu tidak diperbolehkan mengambil foto maupun video tanpa ijin. Maaf ya, Mbak.. Saking kagumnya, saya jadi lupa peraturannya deh..

Sebenarnya hari itu jadwal kami adalah ikut tur yang rutin diadakan oleh HoS, tapi kami telat datang sehingga baru akan ikut untuk jadwal besoknya. Menariknya, tur ini gratis! Kita bisa mendaftarkan diri sesuai dengan jadwal yang kita inginkan, biasanya tur akan dimulai pada pukul 09.00, 13.00, dan 15.00 dengan rute yang berbeda-beda. Special Theme untuk bulan Desember ini adalah mengunjungi pabrik-pabrik tua di Surabaya, antara lain Pabrik Limun (Sirop), Pabrik Kecap Jeruk Pecel, dan Pabrik Misua. Dalam tur ini kita akan diajak berkeliling dengan bus khusus berwarna merah menyala dan luar biasa keren, menurut saya. Bus ini mengingatkan saya akan bus pariwisata di Penang yang juga secara cuma-cuma mengantarkan turis berkeliling kota tua tersebut. Kualitasnya sudah cukup nginternasional deh, pokoknya.

Very recommended! []

Herajeng Gustiayu

Advertisements

Tags: , , , , , , , ,

4 responses to “House of Sampoerna”

  1. Toni says :

    Halo
    salam kenal
    Aku Toni anak Arsitektur ITS
    kebetulan aku juga suka jalan-jalan,trus baca tulisan di blog ini, aku jadi pingin kasih saran
    Selain sebutannya sebagai kota pahlawan,Surabaya sebenarnya juga dikenal karena kampungnya
    Coba kunjungi kampung Gundih yang sangat terkenal karena hijau dan asri banget
    coba kunjungi juga kampung peneleh dengan sejarahnya dan makam peneleh di sebelahnya (makam orang-orang pentingnya Belanda pas jaman kolonial)
    Coba juga kunjungi kampung Made yang berusaha survive dengan perkembangan kota

    aku sendiri dengan beberapa teman suka blusukan ke kampung-kampung selain mengitari kota tua
    dari apa yang pernah aku rasakan, aku yakin, kampung-kampung yang aku rekomendasikan, bisa kasih cerita unik buat tulisan selanjutnya yang mau dimuat di blog ini

    oia, satu lagi, coba sekali-kali ngerasakan berada di taman kota
    pilih aja salah satu dari sekian banyak yang kita punya
    mungkin taman bungkul bisa jadi salah satu pilihan
    kalo saranku, coba kunjungi taman bungkul pas siang dan malam hari supaya dapet pengalaman yang beda

    selamat datang di Surabaya
    selamat menikmati Surabaya
    semoga kerasan
    hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: