Tentang Tilang dan Perpustakaan

C2O library, 7 Desember 2011

Wah, sejuta terimakasih saya ucapkan untuk Ayos, salah satu pencetus program Traveler in Residence (TiR) yang sedang saya ikuti saat ini. Ini adalah tilang pertama saya saat berada di Surabaya. Ngga tanggung-tanggung, dua sekaligus! Satu karena dianggap melanggar lampur merah, yang sampai saat ini tidak diterima oleh Ayos karena dia yakin lampu jalan masih kuning saat motornya melintas.

“Masih kuning, Pak!” teriak Ayos di depan wajah Pak Polisi.

“Sudah merah!” sanggah Pak Polisi ngga kalah sadis.

“Kuning!”

“Merah!!!”

“Kuning!! Saya tahu di jalan ini banyak polisi, ngga mungkin saya nerobos lampu merah! Kalau saya ditilang gara-gara ngga punya spion kanan, saya bisa terima, Pak!”

“Oh, kamu ngga punya spion juga??” Pak Polisi lantas melirik motor Ayos dengan tatapan lapar. “Oke, kalau begitu kamu saya tilang dua kali!”

Hm. Argumen Ayos tampaknya agak bersifat bunuh diri ya. Kebo, motor Ayos yang berwarna hitam ini memang cacat fisik tapi kesetiaannya tak dapat diragukan, ia kerap menemani Ayos di kala susah dan senang. Termasuk menjelang sidang tilang tanggal 16 besok. Well, good luck for you both…

Setelah mengurus surat tilang sambil agak menggerutu, kami pun segera bergegas ke c2o library di Jalan Dr. Cipto 20, yang juga turut bekerjasama dengan Hifatlobrain dalam menggarap program TiR. c2o library ini sendiri adalah sebuah perpustakaan komunitas yang sangat menarik bagi saya, terutama karena saya suka buku, hobi yang sempat agak terabaikan karena akhir-akhir ini saya lebih akrab dengan internet. Kalau di Surabaya ada c2o, Bandung punya Reading Lights, Jakarta kira-kira punya perpustakaan sejenis ini tidak ya?

Di pojok belakang perpustakaan c2o ini saya menemukan buku The Graveyard Book karangan Neil Gaiman yang saya cari-cari. Koleksi buku Roald Dahl juga  cukup lengkap. Ya, saya memang penggemar buku anak-anak, terutama yang alur ceritanya kreatif dan tidak lazim.

Nyaman sekali berada di sini. Suasananya tenang, berada di dalam perumahan yang jarang dilewati kendaraan, banyak pepohonan, enak untuk menghabiskan waktu sambil berkonsentrasi membaca. Tempat favorit saya untuk membaca adalah duduk di teras luar, asal cuaca sedang cerah. Mbak Yuli yang setia menjaga perpustakaan ini  juga siap untuk ditanya-tanya tentang buku dan film yang tersedia di dalam c2o library. Kalau tiba-tiba haus, c2o menyediakan beragam minuman dingin atau seduhan teh dengan berbagai rasa.

Yang bikin saya penasaran sih, kata Mbak Yuli, di depan c2o ini sering lewat penjual Semanggi. Semanggi? Yap, makanan khas Surabaya yang berbahan dasar daun semanggi, jelas Ayos kepada saya. Bentuknya seperti apa juga saya belum tahu. Baiklah, Semanggi resmi saya catat sebagai salah satu kuliner yang harus saya coba saat berada di Surabaya. []

Herajeng Gustiayu

Advertisements

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: